power sharing

INFO

Showing posts with label obat alami. Show all posts
Showing posts with label obat alami. Show all posts

Saturday, February 27, 2016

BERBAGI ADALAH OBAT KEBERHASILAN


 James Bender dalam bukunya,
"How to Talk Well" [New York;l McGray-Hill Book Company,Inc., 1994]

Memuat kisah tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.

Wartawan ini menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.

"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain.
Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang.
Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.

Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan.

Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya.
Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain.

Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.

Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda.

KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH KUALITAS ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.

Orang cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yg berbuat kebaikan bagi orang lain.

Apa yang kita tanam, itulah yang kita petik kelak.

Tidak lebih..tidak kurang..pas.

The law of unity

smg Allah Swt memudahkan semua urusan kita, aamiin yra..

Tuesday, February 23, 2016

Keyakinan Obat Segala Penyakit

Pesan dokter..... BERBAHAGIALAH!

Terbukti... Keyakinan Obat Segala Penyakit

Daerah perumahan Bayeman Permai Jalan Wates KM 3 siang itu cukup lengang. Maklum jam kerja, mungkin para penghuninya sedang beraktivitas di luar. Di teras yang menjadi ruang tunggu itu hanya ada aku, kawanku Mahmud –orang yang mengantarku, dan seorang bapak pengidap vertigo dari Kulonprogo.

Kami sedang antri periksa kesehatan. Dokter yang kami kunjungi ini termasuk dokter sepuh –berusia sekitar tujuh puluhan- spesialis penyakit dalam yang sudah sangat berpengalaman. Jam sembilan pagi aku dan Mahmud berangkat dari Krapyak, dengan kondisi perut yang masih tak karuan. Sesampainya di depan rumah Dokter Paulus Adrian itu, aku muntah walau memang tak banyak. Hanya muntah basa-basi karena perut mual disiksa belasan polisi tidur di perjalanan tadi.

Sambil duduk menunggu, kuatur napas untuk mengontrol sensasi mules dan cemas yang muncul tiba-tiba. Rasa ingin buang air, sedikit mual, cemas, dan semacamnya adalah hal yang biasa kualami saat asam lambung naik. Persis seperti orang yang lagi stress atau grogi parah.

Pintu terbuka, bapak pengidap vertigo keluar sambil membawa bingkisan obatnya. Aku pun masuk. “Silakan duduk,” sambut Pak Paulus. Aku duduk di depan meja kerjanya, mengamati pria sepuh berkacamata ini yang sedang sibuk menulis identitasku di kartu pasien.

“Apa yang dirasakan, Mas?”

Aku pun bercerita tentang apa yang kualami sejak 2013 hingga saat ini. Mulai dari awal merasakan sakit maag, peristiwa-peristiwa kram perut, ambruk berkali-kali, gejala dan vonis tipes, pengalaman opnam dan endoskopi, derita GERD, hingga tentang radang duodenum dan praktek tata pola makan Food Combining yang kulakoni.

“Kalau kram perutnya sudah enggak pernah lagi, Pak,” ungkapku, “Tapi sensasi panas di dada ini masih kerasa, panik juga cemas, mules, mual. Kalau telat makan, maag saya kambuh. Apalagi setelah beberapa bulan tata pola makan saya amburadul lagi.”

“Tapi buat puasa kuat ya?”

“Kuat, Pak.”

“Orang kalau kuat puasa, harusnya nggak bisa kena maag!”

Aku terbengong, menunggu penjelasan.

“Asam lambung itu,” terang Pak Paulus, “Diaktifkan oleh instruksi otak kita. Kalau otak kita bisa mengendalikan persepsi, maka asam lambung itu akan nurut sendiri. Dan itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang puasa.”

“Maksudnya, Pak?”

“Orang puasa ‘kan malamnya wajib niat to?”

“Njih, Pak.”

“Nah, niat itulah yang kemudian menjadi kontrol otak atas asam lambung. Ketika situ sudah bertekad kuat besok mau puasa, besok nggak makan sejak subuh sampai maghrib, itu membuat otak menginstruksikan kepada fisik biar kuat, asam lambung pun terkendali. Ya kalau sensasi lapar memang ada, namanya juga puasa. Tapi asam lambung tidak akan naik, apalagi sampai parah. Itu syaratnya kalau situ memang malamnya sudah niat mantap. Kalau cuma di mulut bilang mau puasa tapi hatinya nggak mantap, ya tetap nggak kuat. Makanya niat itu jadi kewajiban, ‘kan?”

“Iya, ya, Pak,” aku manggut-manggut nyengir.

“Manusia itu, Mas, secara ilmiah memang punya tenaga cadangan hingga enam puluh hari. Maksudnya, kalau orang sehat itu bisa tetap bertahan hidup tanpa makan dalam keadaan sadar selama dua bulan. Misalnya puasa dan buka-sahurnya cuma minum sedikit. Itu kuat. Asalkan tekadnya juga kuat.”

Aku melongo lagi.

“Makanya, dahulu raja-raja Jawa itu sebelum jadi raja, mereka tirakat dulu. Misalnya puasa empat puluh hari. Bukanya cuma minum air kali. Itu jaman dulu ya, waktu kalinya masih bersih. Hahaha,” ia tertawa ringan, menambah rona wajahnya yang memang kelihatan masih segar meski keriput penanda usia.

Kemudian ia mengambil sejilid buku di rak sebelah kanan meja kerjanya. Ya, ruang praktek dokter dengan rak buku. Keren sekali. Aku lupa judul dan penulisnya. Ia langsung membuka satu halaman dan menunjukiku beberapa baris kalimat yang sudah distabilo hijau.

“Coba baca, Mas: ‘mengatakan adalah mengundang, memikirkan adalah mengundang, meyakini adalah mengundang’. Jadi kalau situ memikirkan; ‘ah, kalau telat makan nanti asam lambung saya naik’, apalagi berulang-ulang mengatakan dan meyakininya, ya situ berarti mengundang penyakit itu. Maka benar kata orang-orang itu bahwa perkataan bisa jadi doa. Nabi Musa itu, kalau kerasa sakit, langsung mensugesti diri; ah sembuh. Ya sembuh. Orang-orang debus itu nggak merasa sakit saat diiris-iris kan karena sudah bisa mengendalikan pikirannya. Einstein yang nemuin bom atom itu konon cuma lima persen pendayagunaan otaknya. Jadi potensi otak itu luar biasa,” papar Pak Paulus.

“Jadi kalau jadwal makan sembarangan berarti sebenarnya nggak apa-apa ya, Pak?”

“Nah, itu lain lagi. Makan harus tetap teratur, ajeg, konsisten. Itu agar menjaga aktivitas asam lambung juga. Misalnya situ makan tiga kali sehari, maka jarak antara sarapan dan makan siang buatla sama dengan jarak antara makan siang dan makan malam. Misalnya, sarapan jam enam pagi, makan siang jam dua belas siang, makan malam jam enam petang. Kalau siang, misalnya jam sebelas situ rasanya nggak sempat makan siang jam dua belas, ya niatkan saja puasa sampai sore. Jangan mengundur makan siang ke jam dua misalnya, ganti aja dengan minum air putih yang banyak. Dengan pola yang teratur, maka organ di dalam tubuh pun kerjanya teratur. Nah, pola teratur itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang yang puasa dengan waktu buka dan sahurnya.”

“Ooo, gitu ya Pak,” sahutku baru menyadari.

“Tapi ya itu tadi. Yang lebih penting adalah pikiran situ, yakin nggak apa-apa, yakin sembuh. Allah sudah menciptakan tubu kita untuk menyembuhkan diri sendiri, ada mekanismenya, ada enzim yang bekerja di dalam tubuh untuk penyembuhan diri. Dan itu bisa diaktifkan secara optimal kalau pikiran kita optimis. Kalau situ cemas, takut, kuatir, justru imunitas situ turun dan rentan sakit juga.”

Pak Paulus mengambil beberapa jilid buku lagi, tentang ‘enzim kebahagiaan’ endorphin, tentang enzim peremajaan, dan beberapa tema psiko-medis lain tulisan dokter-dokter Jepang dan Mesir.

“Situ juga berkali-kali divonis tipes ya?”

“Iya, Pak.”

“Itu salah kaprah.”

“Maksudnya?”

“Sekali orang kena bakteri thypoid penyebab tipes, maka antibodi terhadap bakteri itu bisa bertahan dua tahun. Sehingga selama dua tahun itu mestinya orang tersebut nggak kena tipes lagi. Bagi orang yang fisiknya kuat, bisa sampai lima tahun. Walaupun memang dalam tes widal hasilnya positif, tapi itu bukan tipes. Jadi selama ini banyak yang salah kaprah, setahun sampai tipes dua kali, apalagi sampai opnam. Itu biar rumah sakitnya penuh saja. Kemungkinan hanya demam biasa.”

“Haah?”

“Iya Mas. Kalaupun tipes, nggak perlu dirawat di rumah sakit sebenarnya. Asalkan dia masih bisa minum, cukup istirahat di rumah dan minum obat tipes. Sembuh sudah. Dulu, pernah di RS Sardjito, saya anjurkan agar belasan pasien tipes yang nggak mampu, nggak punya asuransi, rawat jalan saja. Yang penting tetep konsumsi obat dari saya, minum yang banyak, dan tiap hari harus cek ke rumah sakit, biayanya gratis. Mereka nurut. Itu dalam waktu maksimal empat hari sudah pada sembuh. Sedangkan pasien yang dirawat inap, minimal baru bisa pulang setelah satu minggu, itupun masih lemas.”

“Tapi ‘kan pasien harus bedrest, Pak?”

“Ya ‘kan bisa di rumah.”

“Tapi kalau nggak pakai infus ‘kan lemes terus Pak?”

“Nah situ nggak yakin sih. Saya yakinkan pasien bahwa mereka bisa sembuh. Asalkan mau nurut dan berusaha seperti yang saya sarankan itu. Lagi-lagi saya bilang, kekuatan keyakinan itu luar biasa lho, Mas.”

Dahiku berkernyit. Menunggu lanjutan cerita.

“Dulu,” lanjut Pak Paulus, “Ada seorang wanita kena kanker payudara. Sebelah kanannya diangkat, dioperasi di Sardjito.
Nggak lama, ternyata payudara kirinya kena juga. Karena nggak segera lapor dan dapat penanganan, kankernya merembet ke paru-paru dan jantung. Medis di Sardjito angkat tangan.

Dia divonis punya harapan hidup maksimal hanya empat bulan.”

“Lalu, Pak?” tanyaku antusias.

“Lalu dia kesini ketemu saya. Bukan minta obat atau apa.
Dia cuma nanya; ‘Pak Paulus, saya sudah divonis maksimal empat bulan.

Kira-kira bisa nggak kalau diundur jadi enam bulan?’

Saya heran saat itu, saya tanya kenapa.

Dia bilang bahwa enam bulan lagi anak bungsunya mau nikah, jadi pengen ‘menangi’ momen itu.”

“Waah.. Lalu, Pak?”

“Ya saya jelaskan apa adanya. Bahwa vonis medis itu nggak seratus persen, walaupun prosentasenya sampai sembilan puluh sembilan persen,
tetap masih ada satu persen berupa kepasrahan kepada Tuhan yang bisa mengalahkan vonis medis sekalipun.
Maka saya bilang; sudah Bu, situ nggak usah mikir bakal mati empat bulan lagi.
Justru situ harus siap mental, bahwa hari ini atau besok situ siap mati.
Kapanpun mati, siap!
Begitu, situ pasrah kepada Tuhan, siap menghadap Tuhan kapanpun. Tapi harus tetap berusaha bertahan hidup.”

Aku tambah melongo. Tak menyangka ada nasehat macam itu.
Kukira ia akan memotivasi si ibu agar semangat untuk sembuh, malah disuruh siap mati kapanpun.
O iya, mules mual dan berbagai sensasi ketidaknyamanansudah tak kurasakan lagi.

“Dia mau nurut. Untuk menyiapkan mental siap mati kapanpun itu dia butuh waktu satu bulan.
Dia bilang sudah mantap, pasrah kepada Tuhan bahwa dia siap.
Dia nggak lagi mengkhawatirkan penyakit itu, sudah sangat enjoy.
Nah, saat itu saya cuma kasih satu macam obat. Itupun hanya obat anti mual biar dia tetap bisa makan dan punya energi untuk melawan kankernya.

Setelah hampir empat bulan, dia check-up lagi ke Sardjito dan di sana dokter yang meriksa geleng-geleng. Kankernya sudah berangsur-angsur hilang!”

“Orangnya masih hidup, Pak?”

“Masih. Dan itu kejadian empat belas tahun lalu.”

“Wah, wah, wah..”

“Kejadian itu juga yang menjadikan saya yakin ketika operasi jantung dulu.”

“Lhoh, njenengan pernah Pak?”

“Iya.
Dulu saya operasi bedah jantung di Jakarta. Pembuluhnya sudah rusak. Saya ditawari pasang ring.

Saya nggak mau. Akhirnya diambillah pembuluh dari kaki untuk dipasang di jantung.

Saat itu saya yakin betul sembuh cepat. Maka dalam waktu empat hari pasca operasi, saya sudah balik ke Jogja, bahkan dari bandara ke sini saya nyetir sendiri.
Padahal umumnya minimal dua minggu baru bisa pulang.
Orang yang masuk operasi yang sama bareng saya baru bisa pulang setelah dua bulan.”

Pak Paulus mengisahkan pengalamannya ini dengan mata berbinar. Semangatnya meluap-luap hingga menular ke pasiennya ini. Jujur saja, penjelasan yang ia paparkan meningkatkan harapan sembuhku dengan begitu drastis.

Persis ketika dua tahun lalu pada saat ngobrol dengan Bu Anung tentang pola makan dan kesehatan. Semangat menjadi kembali segar!

“Tapi ya nggak cuma pasrah terus nggak mau usaha.
Saya juga punya kenalan dokter,” lanjutnya,
“Dulu tugas di Bethesda, aslinya Jakarta, lalu pindah mukim di Tennessee, Amerika.

Di sana dia kena kanker stadium empat. Setelah divonis mati dua bulan lagi, dia akhirnya pasrah dan pasang mental siap mati kapanpun.

Hingga suatu hari dia jalan-jalan ke perpustakaan, dia baca-baca buku tentang Afrika.
Lalu muncul rasa penasaran, kira-kira gimana kasus kanker di Afrika.
Dia cari-cari referensi tentang itu, nggak ketemu. Akhirnya dia hubungi kawannya, seorang dokter di Afrika Tengah.

Kawannya itu nggak bisa jawab.
Lalu dihubungkan langsung ke kementerian kesehatan sana. Dari kementerian, dia dapat jawaban mengherankan, bahwa di sana nggak ada kasus kanker.
Nah dia pun kaget, tambah penasaran.”

Pak Paulus jeda sejenak. Aku masih menatapnya penuh penasaran juga, “Lanjut, Pak,” benakku.

“Beberapa hari kemudian dia berangkat ke Afrika Tengah.
Di sana dia meneliti kebiasaan hidup orang-orang pribumi. Apa yang dia temukan?
Orang-orang di sana makannya sangat sehat.
Yaitu sayur-sayuran mentah, dilalap, nggak dimasak kayak kita.

Sepiring porsi makan itu tiga perempatnya sayuran, sisanya yang seperempat untuk menu karbohidrat. Selain itu, sayur yang dimakan ditanam dengan media yang organik. Pupuknya organik pake kotoran hewan dan sisa-sisa tumbuhan.

Jadi ya betul-betul sehat.
Nggak kayak kita, sudah pupuknya pakai yang berbahaya, eh pakai dimasak pula. Serba salah kita.

Bahkan beras merah dan hitam yang sehat-sehat itu, kita nggak mau makan.
Malah kita jadikan pakan burung, ya jadinya burung itu yang sehat, kitanya sakit-sakitan.”

Keterangan ini mengingatkanku pada obrolan dengan Bu Anung tentang sayur mayur, menu makanan serasi, hingga beras sehat. Pas sekali.

“Nah dia yang awalnya hanya ingin tahu, akhirnya ikut-ikutan.

Dia tinggal di sana selama tiga mingguan dan menalani pola makan seperti orang-orang Afrika itu.”

“Hasilnya, Pak?”

“Setelah tiga minggu, dia kembali ke Tennessee.

Dia mulai menanam sayur mayur di lahan sempit dengan cara alami.
Lalu beberapa bulan kemudian dia check-up medis lagi untuk periksa kankernya,”

“Sembuh, Pak?”

“Ya! Pemeriksaan menunjukkan kankernya hilang.
Kondisi fisiknya berangsur-angsur membaik. Ini buki bahwa keyakinan yang kuat, kepasrahan kepada Tuhan, itu energi yang luar biasa.

Apalagi ditambah dengan usaha yang logis dan sesuai dengan fitrah tubuh.

Makanya situ nggak usah cemas, nggak usah takut..”

Takjub, tentu saja.

Pada momen ini Pak Paulus menghujaniku dengan pengalaman-pengalamannya di dunia kedokteran, tentang kisah-kisah para pasien yang punya optimisme dan pasien yang pesimis.

Aku jadi teringat kisah serupa yang menimpa alumni Madrasah Huffadh Al-Munawwir, pesantren tempatku belajar saat ini.

Singkatnya, santri ini mengidap tumor ganas yang bisa berpindah-pindah benjolannya.

Ia divonis dokter hanya mampu bertahan hidup dua bulan. Terkejut atas vonis ini, ia misuh-misuh di depan dokter saat itu.
Namun pada akhirnya ia mampu menerima kenyataan itu.

Ia pun bertekad menyongsong maut dengan percaya diri dan ibadah. Ia sowan ke Romo Kiai, menyampaikan maksudnya itu.

Kemudian oleh Romo Kiai, santri ini diijazahi (diberi rekomendasi amalan)
Riyadhoh Qur’an, yakni amalan membaca Al-Quran tanpa henti selama empat puluh hari penuh, kecuali untuk memenuhi hajat dan kewajiban primer.

Riyadhoh pun dimulai.
Ia lalu hari-hari dengan membaca Al-Quran tanpa henti.

Persis di pojokan aula Madrasah Huffadh yang sekarang. Karena merasa begitu dingin, ia jadikan karpet sebagai selimut.

Hari ke tiga puluh, ia sering muntah-muntah, keringatnya pun sudah begitu bau.

Bacin, mirip bangkai tikus, kenang narasumber yang menceritakan kisah ini padaku. Hari ke tiga puluh lima, tubuhnya sudah nampak lebih segar, dan ajaibnya; benjolan tumornya sudah hilang.

Selepas rampung riyadhoh empat puluh hari itu, dia kembali periksa ke rumah sakit di mana ia divonis mati.

Pihak rumah sakit pun heran.
Penyakit pemuda itu sudah hilang, bersih, dan menunjukkan kondisi vital yang sangat sehat!

Aku pribadi sangat percaya bahwa gelombang yang diciptakan oleh ritual ibadah bisa mewujudkan energi positif bagi fisik.

Khususnya energi penyembuhan bagi mereka yang sakit.

Memang tidak mudah untuk sampai ke frekuensi itu, namun harus sering dilatih. Hal ini diiyakan oleh Pak Paulus.

“Untuk melatih pikiran biar bisa tenang itu cukup dengan pernapasan.

Situ tarik napas lewat hidung dalam-dalam selama lima detik, kemudian tahan selama tiga detik. Lalu hembuskan lewat mulut sampai tuntas. Lakukan tujuh kali setiap sebelum Shubuh dan sebelum Maghrib.

Itu sangat efektif. Kalau orang pencak, ditahannya bisa sampai tuuh detik.
Tapi kalau untuk kesehatan ya cukup tiga detik saja.”

Nah, anjuran yang ini sudah kupraktekkan sejak lama. Meskipun dengan tata laksana yang sedikit berbeda.

Terutama untuk mengatasi insomnia. Memang ampuh. Yakni metode empat-tujuh-delapan.

Ketika merasa susah tidur alias insomnia, itu pengaruh pikiran yang masih terganggu berbagai hal.

Maka pikiran perlu ditenangkan, yakni dengan pernapasan.
Tak perlu obat, bius, atau sejenisnya, murah meriah.

Pertama, tarik napas lewat hidung sampai detik ke empat, lalu tahan sampai detik ke tujuh, lalu hembuskan lewat mulut pada detik ke delapan. Ulangi sebanyak empat sampai lima kali.

Memang iya mata kita tidak langsung terpejam ngantuk, tapi pikiran menadi rileks dan beberapa menit kemudian tanpa terasa kita sudah terlelap.
Awalnya aku juga agak ragu, tapi begitu kucoba, ternyata memang ampuh. Bahkan bagi yang mengalami insomnia sebab rindu akut sekalipun.

“Gelombang yang dikeluarkan oleh otak itu punya energi sendiri, dan itu bergantung dari seberapa yakin tekad kita dan seberapa kuat konsentrasi kita,” terangnya,


“Jadi kalau situ sholat dua menit saja dengan khusyuk, itu sinyalnya lebih bagus ketimbang situ sholat sejam tapi pikiran situ kemana-mana, hehehe.”

Duh, terang saja aku tersindir di kalimat ini.

“Termasuk dalam hal ini adalah keampuhan sholat malam.

Sholat tahajud. Itu ketika kamu baru bangun di akhir malam, gelombang otak itu pada frekuensi Alpha. Jauh lebih kuat daripada gelombang Beta yang teradi pada waktu Isya atau Shubuh.
Jadi ya logis saja kalau doa di saat tahajud itu begitu cepat ‘naik’ dan terkabul. Apa yang diminta, itulah yang diundang.
Ketika tekad situ begitu kuat, ditambah lagi gelombang otak yang lagi kuat-kuatnya, maka sangat besar potensi terwujud doa-doa situ.”

Tak kusangka Pak Paulus bakal menyinggung perihal sholat segala.
Aku pun ternganga. Ia menunjukkan sampul buku tentang ‘enzim panjang umur’.

“Tubuh kita ini, Mas, diberi kemampuan oleh Allah unuk meregenerasi sel-sel yang rusak dengan bantuan enzim tertentu, populer disebut dengan enzim panjang umur.
Secara berkala sel-sel baru terbentuk, dan yang lama dibuang.
Ketika pikiran kita positif untuk sembuh, maka yang dibuang pun sel-sel yang terkena penyakit.
Menurut penelitian, enzim ini bisa bekerja dengan baik bagi mereka yang sering merasakan lapar dalam tiga sampai empat hari sekali.”

Pak Paulus menatapku, seakan mengharapkan agar aku menyimpulkan sendiri.

“Puasa?”

“Ya!”

“Senin-Kamis?”

“Tepat sekali! Ketika puasa itu regenerasi sel berlangsung dengan optimal.

Makanya orang puasa sebulan itu juga harusnya bisa jadi detoksifikasi yang ampuh terhadap berbagai penyakit.”

Lagi-lagi, aku manggut-manggut.

Tak asing dengan teori ini.

“Pokoknya situ harus merangsang tubuh agar bisa menyembuhkan diri sendiri.

Jangan ketergantungan dengan obat. Suplemen yang nggak perlu-perlu amat, nggak usahlah.
Minum yang banyak, sehari dua liter, bisa lebih kalau situ banyak berkeringat, ya tergantung kebutuhan.

Tertawalah yang lepas, bergembira, nonton film lucu tiap hari juga bisa merangsang produksi endorphin, hormon kebahagiaan. Itu akan sangat mempercepat kesembuhan.

Penyakit apapun itu!
Situ punya radang usus kalau cemas dan khawatir terus ya susah sembuhnya.

Termasuk asam lambung yang sering kerasa panas di dada itu.”

Terus kusimak baik-baik anjurannya sambil mengelus perut yang tak lagi terasa begah. Aneh.

“Tentu saja seperti yang saya sarankan, situ harus teratur makan, biar asam lambung bisa teratur juga.

Bangun tidur minum air hangat dua gelas sebelum diasupi yang lain.

Ini saya kasih vitamin saja buat situ, sehari minum satu saja. Tapi ingat, yang paling utama adalah kemantapan hati, yakin, bahwa situ nggak apa-apa. Sembuh!”

Begitulah. Perkiraanku yang tadinya bakal disanguni berbagai macam jenis obat pun keliru.

Hanya dua puluh rangkai kaplet vitamin biasa, Obivit, suplemen makanan yang tak ada kaitannya dengan asam lambung apalagi GERD.

Hampir satu jam kami ngobrol di ruang praktek itu, tentu saja ini pengalaman yang tak biasa. Seperti konsultasi dokter pribadi saja rasanya.

Padahal saat keluar, kulihat masih ada dua pasien lagi yang kelihatannya sudah begitu jengah menunggu.

“Yang penting pikiran situ dikendalikan, tenang dan berbahagia saja ya,” ucap Pak Paulus sambil menyalamiku ketika hendak pamit.

Dan jujur saja, aku pulang dalam keadaan bugar, sama sekali tak merasa mual, mules, dan saudara-saudaranya.

Terima kasih Pak Paulus. []

Kadipiro Yogyakarta, 17 Februari 2016T

Tuesday, February 16, 2016

OBAT DEMAM BERDARAH ALAMI

Demam berdarah adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi orang dewasa apalagi anak-anak. Demam berdarah atau DBD disebabkan oleh  virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Virus ini menyebabkan gangguan pada pembuluh darah sehingga jika tidak cepat diobati dapat menyebabkan kematian.




Gejala demam berdarah sulit untuk dideteksi karena hampir mirip dengan penyakit-penyakit lainnya, hal ini lah yang banyak menyebabkan kematian karena terlambatnya pengobatan. Untuk mengetahui pasti terkena DBD atau tidak adalah dengan cek darah di laboratorium. 

Beberapa gejala demam berdarah akan kita bahas disini :

  • Timbul bintik-bintik merah pada bagian tubuh tangan atau kaki, terutama ketika dicek melalui metode uji tournique. Uji tournique merupakan pemeriksaan bidang hematologi  dengan melakukan pembendungan pada bagian lengan atas selama 10 menit, jika terdapat bintik-bintik merah berarti menunjukkan hasil positif (+), lebih lanjut periksa darah dilaboratorium.
  • Demam tinggi selama + 7 hari, panas dapat mencapai 40 - 41 derajat celcius.
  • Sakit atau nyeri kepala, badan menggigil, bola mata nyeri ketika digerakan, nyeri pada bagian punggung
  • Tekanan darah turun tiba-tiba
  • Mimisan pada hidung dan gusi
  • Nyeri sendi yang sangat pada bagian-bagian badan

Hal yang perlu kita perhatikan dengan seksama adalah pencegahan DBD, yaitu dengan cara mencegah penyebaran nyamuk Aedes Aegypti. pengetahuan dasar yang harus kita ketahui tentang nyamuk yakni nyamuk ini bertelur pada genangan air yang jernih bukan air yang kotor atau bersentuhan langsung dengan tanah dan hanya nyamuk betina yang menularkan virus.  Waktu aktif menggigit nyamuk ini adalah siang hari jam 09 - 10.am dan sore hari 04 - 05.pm

Beberapa pencegahan yang bisa kita lakukan antara lain :

  • Kegiatan 3M: Menguras, Menutup, dan Mengubur
  • Memasang kawat nyamuk di ventilasi udara
  • Membersihkan secara continue wadah-wadah air (tempayan, ember, bak mandi)
  • Membersihkan selokan di rumah dan disekitar rumah
  • Menghindari adanya gantungan pakaian karena nyamuk ini suka bersembunyi di gantungan pakaian.
  • Pengasapan fogging menggunakan malathion dan fenthion, koordinasikan dengan lingkungan sekitar agar wilayah pengasapan bisa efektif.
Jika memang terindikasi terkena DBD segeralah bawa penderita ke dokter untuk pengobatan lebih intensif. Untuk mempercepat penyembuhan DBD ada beberapa bahan alami efektig yang bisa kita gunakan.

1. Jambu BIji Merah
    Kandungan tanin pada jambu biji merah dapat menghambat aktifitas enzim reverse transcriptase dari virus dengue.



2. Air kelapa Muda



3. Daun Jambu Biji
   Caranya mudah dengan cara merebus beberapa helai daun jambu biji dan meminus air rebusannya. Manfaat daun jambu biji dapat membasmi virus dan menambah suplai cairan pada tubuh. Dan dapat juga dengan menggunakan ekstrak kering daun Jambu biji.





4. Meniran 
   
   Meniran dapt berfungsi sebagai antivirus, mengandung senyawa asam fenoleat, tanin, triterpenoid dan flavonoid.
 


SEMOGA BERMANFAAT

   





Thursday, February 11, 2016

BOS GUDANG GARAM SUSILO WONOWIDJOYO TIDAK MEROKOK


Siapa yang tidak kenal dengan merk rokok gudang garam, PT Gudang garam Tbk merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Konsumen rokok gudang garam mencakup seluruh wilayah indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Produk rokok gudang garam sangat bervariasi mulai dari rokok filter sampai rokok kretek, pangsa pasar rokok kretek lebih di minati di luar wilayah perkotaan. Di indonesia gudang garam memiliki 20 persen pangsa pasar.

Sedikit sekilas informasi diatas mungkin menggambarkan betapa besarnya perusahaan rokok ini. Tapi mungkin banyak yang tidak mengetahui siapa bos pemilik perusahaan besar ini, beliau adalah Susilo Wonowidjojo anak dari Surya Wonowidjojo. Susilo Wonowidjojo lahir pada 25 Oktober 1949 dan sekarang menjadi orang tekaya ke empat di Indonesia.

Beliau akhir-akhir ini sangat terkenal dengan pernyataannya yang sangat mengejutkan banyak konsumen rokok bahkan mengejutkan karyawan Pt Gudang garam sendiri, penyataan bahwa beliau Tidak merokok.





Itulah pernyataan bos gudang garam yang sangat kontroversial dan seharusnya menjadi renungan bagi para perokok di Indonesia

Bagi yang ada niatan untuk berHenti merokok saya akan memberikan info beberapa makanan yang berfungsi untuk proses detox dan membersihkan kadar nikotin dalam tubuh. 

1. Teh Hijau
  Teh hijau mengandung banyak antioksidan terutama catechin yang berguna untuk memekasimalkan fungsi hati dan juga membersihkan racun dari dalam tubuh.

2. Sayuran Hijau
    Sayuran hijau banyak mengandung klorofil yang efektif menghilangkan nikotin, salah satu yang paling efektif adalah sayur bayam.

3. Jeruk
    Kandungan vitamin C yang sangat banyak membantu dalam proses pembersihan nikotin dalam tubuh.

4. Air mineral
    Kandungan nikoton dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi pada tubuh, sehinggga tubuh harus banyak mengkosumsi cairan. Dengan meminum banyak air mineral membantu dalam membersihkan dakar nikotin dalam tubuh.

SEMOGA BERMANFAAT
   

Monday, February 1, 2016

Obat Alami Panas Anak


Sakit panas pada bayi dan balita sangat sering terjadi, hal tersebut dapat dikarenakan terkena virus atau bakteri atau pula karena faktor cuaca dan lingkungan. Penyakit panas pada anak sangat mengganggu dan meresahkan para orang tua, karena orang tua sangat menghindari bila anak-anak terkena panas tinggi yang menyebabkan step atau kejang.

Banyak sekali macam obat penurun panas pada anak yang berbentuk sirup yang memudahkan dalam meminumnya tetapi untuk orang tua yang memiliki bayi atau balita meminum obat dokter sebisa mungkin untuk dihindari karena menghindari bahan kimia. Salah satu alternatif pengobatan yaitu dengan cara menggunakan bahan alami. Salah satu obat penurun panas yang sangat baik yaitu bawang merah.

Bawang merah telah banyak dipakai oleh para orang tua dan juga menjadi warisan tradisi berpuluh-puluh tahun. Khasiat panas yang terdapat di bawang merah itulah yang dapat menurunkan panas.

Cara mengolahnya sangat mudah, ambil 5-6 siung bawang merah, kupas kulit luar bawang merah, lalu potong kecil-kecil atau di rajang, tahun di wadah lalu campurkan dengan minyak sayur, atau minyak telon atau minyak angin. Balurkan pada bagian punggung, perut dan bagian dahi kepala. Sebaiknya balurkan pada saat anak sudah tidur agar olesan bawang tidak terkena tangan anak ketika sedang aktif bergerak.

Untuk bayi dan balita saya menyarankan untuk memakai minyak sayur agar panas bawangnya tidak terlalu tinggi, karena bila memakai minyak telon atau minyak angin panas yang dihasilkan sangat panas, biasanya bayi dan balita tidak nyaman dengan panas tersebut.

Dengan selalu menyediakan bawang merah di dapur anda selain untuk bumbu masakan dapat pula digunakan sebagai obat untuk buah hati anda.

SEMOGA BERMANFAAT


Obat Alami Biduran

Sakit biduran atau umumnya kita sebut alergi, kita ketahui pada umumnya disebabkan salah satunya oleh faktor lingkungan terhadap kondisi atau cuaca panas maupun dingin, karena air tertentu, atau bahkan sinar matahari. Tetapi ternyata banyak penyebab terjadinya biduran. Sakit biduran dapat kita ketahui tanda- tandanya dengan munculnya ruam atau bentol- bentol kecil atau bentol besar melebar di seluruh bagian tubuh. Bentol kecil/besar karena biduran atau alergi sebagian kasus disertai dengan bercak merah yang melebar disekitarnya.



Biduran dipicu oleh tingginya kadar histamin yang dilepaskan ke kulit. Histamin menyebabkan pembuluh darah menjadi rileks dan melebar sehingga aliran darah pun meningkat. Kelebihan kadar histamin ini yang membuat pembengkakan pada kulit, Akibat lain yang di timbulkan yaitu gatal- gatal disekitar ruam ada pula gatal di seluruh badan. Biduran dapat hilang sendirinya dalam beberapa hari, tetapi bila rasa gatal terasa sangat menggangu sebaiknya langsung diobatin.

Biduran sangat mengganggu apalagi jika yang mengalaminya anak-anak, rasa gatal yang ditimbulkan membuat anak sulit untuk tidur dan pola makan berkurang. Obat yang umum kita gunakan adalah campuran bedak salycil dan alkohol lalu di balurkan pada bagian ruam, obat ini digunakan untuk yang berumur lebih dari 3 tahun.

Beberapa penyebab biduran yang perlu kita ketahui

- Faktor lingkungan, kondisi cuaca yang dingin atau panas, air atau sinar matahari
- Seranggga
- Beberapa zat adiktif 
- Obat - obatan
- Pemicu alergi seperti debu atau bulu 
- Infeksi seperti hepatitis
- Stres
- Makanan, seperti makanan laut, cokelat, telur, susu
- Binatang

Selain penggunaan obat-obatan dokter seperti antihistamin, pengobatan biduran dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami yang tersedia di rumah anda, seperti :

    Pengobatan biduran dengan daun sirih sangat mudah dengan cara siapkan 5- 10 helai daun sirih lalu rebus dengan air di panci sampai air mendididih, lalu sarih air rebusan tadi, lalu minumlah air sersebut 3-4 kali sehari.

2. Bawang Merah dan Daun Kelor
    Siapkan bahan 1 siung bawang merah,  berupa 4 lembar daun kelor, dan 3 gram pulosari. Rebus bahan-bahan tersebut ke dengan menggunakan 3 -  4 gelas air, rebus hingga bahan-bahan tersebut teresap kedalam air. Lalu saring iar rebusan tadi, minumlah 3 kali dalam sehari.

3. Minyak kayu putih dan Minyak Zaitun
    Campuran minyak kayu putih dan minyak zaitun sangat efektig mengobati biduran, caranya cukup mudah hanya dengan mencampurkan kedua bahan tadi lalu gosokan pada bagian tubuh yang terdapat biduran.

4. Daun Salam
    Kandungan daun salam dapat mengobatin biduran, pengobatannya bisa dilakuan dengan 2 cara, dapat di lakukan dengan cara mengoleskan langsung pada kulit yang terkena biduran atau dengan cara merebuskan daun salam lalau meminum air rebusan.

5. Lidah Buaya
    Lidah buaya dapat digunakan mengobati biduran, cara sangat mudah dengan cara mengoleskan getah lidah buaya pada bagian tubuh yang terkena biduran.

6. Lemon
    Lemon banyak meggandung vitamin c yang berfungsi untuk mengobati biduran, caranya dengan mengoleskan pada bagian tubuh yang terkena biduran.

Beberapa bahan alami yang dapat dipakai sebagai obat alami diatas dan biasanya selalu tersedia di rumah anda dapat dijadikan sebagai bahan untuk penyembuhan sakit biduran.
SEMOGA BERMANFAAT


Translate

IKLAN

Popular Posts

Powered by Blogger.

Followers

Search This Blog

Pola Asuh Anak Ibu Yang Bekerja

🌺Pola Asuh Anak yang Ibunya Bekerja🌺 Oleh: Ibu Elly Risman, Psi Februari 2016 💟Yang hilang dari ibu bekerja adalah: 1.      ...